Kualitas Udara Membaik, Pembelajaran Tatap Muka di Palangka Raya Kembali Normal


KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya kembali memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara normal setelah kualitas udara di wilayah tersebut berangsur membaik. Sebelumnya, kegiatan belajar mengajar sempat dibatasi akibat kabut asap pekat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kebijakan tersebut diambil setelah pemantauan data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DAN Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan indeks kualitas udara di Palangka Raya mengalami perbaikan dari sebelumnya.
Melalui surat edaran yang ditujukan kepada seluruh kepala sekolah dasar di Kota Palangka Raya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya menetapkan pemberlakuan kembali PTM normal mulai Senin (2/11/2026). Langkah ini dilakukan untuk memulihkan kegiatan belajar siswa yang sempat terganggu akibat polusi asap.
Dalam kebijakan tersebut, Disdik Kota Palangka Raya menetapkan sejumlah ketentuan yang harus diterapkan sekolah. Jam belajar kembali dimulai pukul 06.30 WIB dengan durasi pelajaran sesuai jadwal normal.
Baca juga: Pemkab Kapuas Bantu Warga Pulau Kupang Penuhi Kebutuhan Air Bersih
Aktivitas luar ruangan, seperti upacara bendera, olahraga, senam, dan kegiatan ekstrakurikuler, juga kembali diperbolehkan selama kualitas udara berada dalam kategori sehat.
Meski demikian, sekolah tetap diminta menerapkan protokol kesehatan. Siswa diwajibkan mengenakan masker selama berada di lingkungan sekolah dan dianjurkan membawa air minum sendiri dari rumah. Sekolah juga harus menyediakan masker cadangan.
Selain itu, tenaga pendidik diminta melakukan asesmen diagnostik untuk memetakan ketertinggalan materi siswa selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan menyiapkan langkah pemulihan pembelajaran.
Disdik juga memberikan kewenangan kepada kepala sekolah untuk memulangkan siswa lebih awal atau kembali menyesuaikan sistem pembelajaran apabila kualitas udara memburuk.
Baca juga: ASKS XXIII 2026 di HSU Membangkit Sastra Banua di Negara Dipa
Salah satu sekolah yang telah menerapkan kebijakan tersebut adalah SDN 1 Langkai, Kota Palangka Raya. Guru SDN 1 Langkai, Nitsen, mengatakan kegiatan belajar mengajar kini kembali mengikuti jadwal normal.
“Kalau pembelajarannya ya kembali sesuai dengan jadwal yang telah diatur,” ujar Nitsen saat ditemui Beritasatu.com di sekolah, Senin (2/11/2026).
Nitsen menjelaskan, kegiatan siswa dimulai pukul 06.30 WIB dengan pengarahan dan baris-berbaris. Sementara itu, jam pelajaran efektif dimulai pukul 07.00 WIB.
Selama masa tanggap darurat Karhutla, pihak sekolah sempat memangkas durasi setiap jam pelajaran untuk mengurangi waktu paparan asap berbahaya terhadap siswa.
Baca juga: Bupati Kapuas Resmikan Masjid Al Qayyum di Desa Rantau Jaya
“Jam pembelajarannya kemarin kan dikurangin dari 35 menjadi 25 menit, dikurangin 10 menit dalam satu jam pembelajaran. Sekarang dikembalikan menjadi 35 menit satu jam pembelajaran,” jelasnya.
Kendati PTM telah kembali normal, pihak sekolah tetap mewaspadai kemungkinan munculnya kabut asap. Pasalnya, kondisi kualitas udara di Palangka Raya dapat berubah mengikuti cuaca dan arah angin.
Nitsen mengatakan, sebaran asap di sejumlah wilayah Palangka Raya tidak selalu sama karena dipengaruhi kondisi geografis dan pergerakan angin.
“Nanti itu kita lihat lingkungan masing-masing. Karena kalau kota ini, ada sebelah timur, barat, selatan tidak sama kondisi asapnya, kita terpengaruh oleh angin,” tutur Nitsen.
Ia menegaskan, sekolah siap mengambil langkah penyesuaian apabila kualitas udara kembali memburuk akibat sebaran asap karhutla. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. (Beritasatu/kk)
Editor: kk
Artikel Kualitas Udara Membaik, Pembelajaran Tatap Muka di Palangka Raya Kembali Normal pertama kali tampil pada Kanal Kalimantan.
Komentar
Posting Komentar