“Aksi Reset Indonesia” di DPRD Kalsel, Ditinggal Supiah HK Tiga Mahasiswa Luka
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan (Kalsel) berunjuk rasa di DPRD Kalsel dalam “Aksi Reset Indonesia”, Rabu (22/4/2026) siang. Kali ini, mereka bersama sejumlah warga Sidomulyo 1 Kelurahan Guntung Payung, Kota Banjarbaru yang menuntut keadilan agar tanahnya tidak digusur oleh TNI. Unjuk rasa ini membawa 9 tuntutan ke DPRD Kalsel. Pertama, mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengungkap aktor intelektual dan pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Baca juga: Hadapi Kemarau BPTPH Kalsel Perkuat Pengendalian Hama dan Irigasi Ketua DPRD Kalsel H Supian HK saat menghadapi unjuk rasa Aliansi BEM Kalsel, Rabu (22/4/2026) siang. Foto: fahmi Kedua, menuntut proses hukum yang jujur dan transparan, serta menolak pelimpahan kasus ke Puspom TNI karena dianggap sebagai cacat hukum. Aliansi BEM se-Kalsel menilai kasus ini menunjukkan kegagalan negara dalam memberikan perlindungan hukum bagi ...