Kalsel Membidik sebagai Pusat Gerbang Logistik Kalimantan


KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kalimantan Selatan (Kalsel) memiliki peran strategis mendukung pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui visi Nusantara Economic Superhub.
Peran tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas logistik, mendorong hilirisasi industri, serta meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah guna mendukung transformasi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2040.
Hal tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertema “Membongkar Visi Nusantara Economic Superhub: Di Mana Posisi Kalsel?” di General Building Student Activity Center, Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin, Senin (2/11/2026) siang.
Diskusi menghadirkan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Febrian Alphyanto Ruddyard, serta Staf Khusus Otorita IKN, Danis Hidayat Sumadilaga sebagai narasumber secara daring.
Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Suprapti Tri Astuti, beserta sejumlah Tenaga Ahli Gubernur Kalsel.
Baca juga: Kualitas Udara Membaik, Pembelajaran Tatap Muka di Palangka Raya Kembali Normal

Wamen PPN/Bappenas, Febrian mengatakan Kalsel memiliki sejumlah keunggulan untuk mendukung terwujudnya Nusantara Economic Superhub. Keunggulan tersebut meliputi kedekatan geografis dengan Pulau Jawa, infrastruktur pelabuhan, jaringan sungai, serta pengalaman panjang sebagai bagian dari jalur perdagangan.
Pada 2025, nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalsel tercatat mencapai sekitar 12,13 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Potensi tersebut dinilai perlu dioptimalkan agar memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat.
Menurutnya, Kalsel tidak cukup hanya menjadi daerah transit bagi arus barang menuju dan dari IKN. Daerah ini perlu berkembang menjadi pusat penciptaan nilai tambah ekonomi yang terintegrasi dengan koridor Nusantara Economic Superhub.
Untuk memperkuat posisi tersebut, pengembangan ekonomi Kalsel diarahkan pada tiga sektor strategis, yakni pangan, industri dan hilirisasi, serta konektivitas dan sistem logistik terpadu.
Pada sektor pangan, Kalsel didorong untuk memperkuat ketahanan pangan regional guna memenuhi kebutuhan IKN. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan teknologi pertanian, perbaikan sistem irigasi, optimalisasi pengolahan hasil panen, serta perluasan akses pasar bagi para pelaku usaha pertanian.
“Sementara itu, pada sektor industri dan hilirisasi, pengembangan kawasan industri seperti Batulicin dan Jorong diharapkan mampu mendorong diversifikasi ekonomi daerah. Langkah ini penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah mineral sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas di dalam daerah,” ujarnya.
Keberhasilan pengembangan kawasan industri tersebut perlu dilihat dari dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja lokal, keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan nilai tambah ekonomi yang dihasilkan di Kalsel.
Adapun pada sektor konektivitas dan logistik, penguatan infrastruktur strategis, termasuk Pelabuhan Pelaihari (Swarangan) dan jembatan penghubung, diarahkan untuk membangun sistem logistik yang terintegrasi dan efisien.
“Integrasi infrastruktur, layanan, dan data diharapkan mampu menekan biaya logistik, mempercepat distribusi barang, serta meningkatkan daya saing ekonomi Kalsel dalam ekosistem Nusantara Economic Superhub,” tegasnya.
Selain memperkuat ketiga sektor tersebut, transformasi ekonomi juga perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal. Hal ini dapat diwujudkan melalui kemitraan industri, penguatan UMKM, serta pemanfaatan riset terapan dari perguruan tinggi di daerah.
Pembangunan ekonomi tersebut juga harus berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan lingkungan. Pengendalian banjir, pencegahan kebakaran hutan, serta perlindungan ekosistem sungai dan hutan menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan dalam perencanaan pembangunan.
Baca juga: Gaungkan Kembali Sulam Sugul Khas Banjar, Pemkab Banjar Gelar Workshop 2 Hari

Sementara itu, Kepala Bappeda Kalsel, Suprapti Tri Astuti, mengatakan Pemerintah Provinsi Kalsel telah menempatkan Kalsel sebagai gerbang logistik Kalimantan dalam dokumen perencanaan pembangunan, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Arah pembangunan tersebut diselaraskan dengan target dalam RPJMN, terutama dalam memperkuat konektivitas antardaerah melalui jalur darat dan laut.
“Jadi, pada saat kita membuat RPJMD, ada beberapa target yang mengacu pada RPJMN. Kita juga menempatkan Kalsel sebagai gerbang logistik Kalimantan. Jadi, bukan hanya Kalimantan Selatan, tetapi gerbang logistik Kalimantan yang terhubung melalui jalur darat maupun laut,” ujar Astuti.
Posisi geografis Kalsel menjadi salah satu modal penting untuk memperkuat peran daerah dalam jaringan perdagangan dan distribusi barang. Potensi tersebut dapat mendukung konektivitas sektor logistik, pertambangan, hingga perkebunan kelapa sawit, baik untuk memenuhi kebutuhan regional dan nasional maupun menjangkau pasar internasional.
Masyarakat diharapkan dapat memahami arah pembangunan daerah, termasuk program prioritas pemerintah, alokasi anggaran, serta keterkaitannya dengan berbagai pemangku kepentingan di luar provinsi.
Pemprov Kalsel juga berharap forum diskusi serupa dapat terus dilaksanakan sebagai ruang pertukaran gagasan dan penguatan sinergi antarpemangku kepentingan, sehingga pengembangan Nusantara Economic Superhub dapat memberikan manfaat nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kalsel. (Kanalkalimantan.com/bie)
Reporter: bie
Editor: kk
Artikel Kalsel Membidik sebagai Pusat Gerbang Logistik Kalimantan pertama kali tampil pada Kanal Kalimantan.
Komentar
Posting Komentar