Musim Hujan Kalsel Datang Bertahap, Mulai November-Desember


KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Musim hujan 2026/2027 di Provinsi Kalimantan Selatan diprediksi tidak akan datang secara bersamaan. Sebagian wilayah diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November, sementara wilayah lainnya baru menyusul pada Desember 2026.
Hal tersebut disampaikan Yosef Luky Dwi Prasetya dari BMKG dalam press conference prediksi musim hujan 2026/2027 Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang digelar secara virtual, Rabu (7/10/2026).
Berdasarkan paparan Stasiun Klimatologi (Staklim) Kelas I Kalsel, sebanyak 49,3 persen wilayah Kalsel diprediksi memasuki awal musim hujan pada November 2026, sedangkan 50,7 persen wilayah lainnya pada Desember 2026.
Baca juga: Potensi Hujan Ringan Lokal, Suhu Udara Kalsel Capai 38 Derajat Celcius
Kondisi tersebut menunjukkan awal musim hujan tahun ini cenderung mengalami keterlambatan dibandingkan kondisi normal periode 1991–2020.
Sebanyak 64,5 persen wilayah Kalsel diprediksi mundur tiga dasarian atau lebih, 27,7 persen mundur satu dasarian, dan 7,8 persen mundur dua dasarian.
Menurut paparan tersebut, salah satu faktor yang turut memengaruhi kondisi iklim adalah fenomena El Niño. El Niño tercatat berlangsung dengan intensitas sangat kuat selama Juli-Agustus-September dan diprediksi masih bertahan hingga awal 2027. Sementara IOD positif diprediksi bertahan hingga akhir 2026.
Baca juga: Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2027 Turun Jadi Rp54,6 Juta per Jemaah
Meski awal musim hujan diprediksi mundur, sifat musim hujan 2026/2027 di Kalsel secara keseluruhan diprakirakan normal pada 100 persen wilayah.
Artinya, dari sisi sifat musim, curah hujan diprediksi berada dalam kategori normal dibandingkan rata-ratanya.
Untuk puncak musim hujan, wilayah Kalsel paling banyak diprediksi mengalami puncak pada Januari 2027, yakni 56,4 persen wilayah. Sebanyak 36 persen wilayah diprediksi mencapai puncak pada Desember 2026, sedangkan 4,7 persen pada Maret 2027 dan 2,9 persen pada Mei 2027.
Baca juga: Awas Paham Radikal Masuk Gim Online
Jika dibandingkan dengan kondisi normal, puncak musim hujan diprediksi mundur satu bulan pada 53,1 persen wilayah Kalsel, sama dengan normal pada 40,5 persen wilayah, dan maju satu bulan pada 6,3 persen wilayah.
Sementara itu, durasi musim hujan diprediksi berkisar 19–21 dasarian pada 46,6 persen wilayah, 22–24 dasarian pada 50,4 persen wilayah, serta 25–27 dasarian pada 2,9 persen wilayah Kalsel.
Dengan adanya potensi keterlambatan awal musim hujan, masyarakat dan pemerintah daerah diminta tetap mengantisipasi dampak kekeringan dan karhutla, terutama pada September-Oktober. Pada saat musim hujan mulai berlangsung, kesiapsiagaan juga perlu ditingkatkan terhadap potensi banjir dan longsor.
Baca juga: Wali Kota Lisa Salurkan Bantuan Busana Muslim untuk Lansia Panti Perlindungan
Dalam sektor pertanian, BMKG merekomendasikan penyesuaian jadwal tanam serta pemilihan varietas tanaman dengan siklus tanam lebih pendek.
Sementara pada sektor sumber daya air, air hujan dapat dimanfaatkan dengan meningkatkan kapasitas tampung dan mengoptimalkan sistem drainase serta konservasi air.
Untuk sektor kesehatan, masyarakat diingatkan mengantisipasi peningkatan penyakit yang berkaitan dengan genangan air melalui pemberantasan sarang nyamuk dan larvasidasi.
Sedangkan dari sisi kebencanaan, kesiapan evakuasi dan sistem drainase perlu diperkuat menghadapi periode awal hingga puncak musim hujan. (Kanalkalimantan.com/kk)
Reporter: kk
Editor: bie
Artikel Musim Hujan Kalsel Datang Bertahap, Mulai November-Desember pertama kali tampil pada Kanal Kalimantan.
Komentar
Posting Komentar