PLN UPT Pontianak Gelar Pelatihan Pembuatan Mikoriza dan Kompos

KANALKALIMANTAN.COM PONTIANAK – Memasuki momentum peringatan HUT ke 81 RI, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Pontianak terus memperkuat kontribusi mendukung pembangunan berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Salah satunya diwujudkan melalui pelatihan pembuatan mikoriza dan kompos bagi petani serta pengurus Koperasi Srikandi Jaya Sambas sebagai bagian dari pengembangan pertanian terintegrasi di Desa Sendoyan, Kabupaten Sambas.

Menyelaraskan semangat Kemerdekaan RI dengan ketahanan pangan, pelatihan yang diikuti petani lada dan kopi tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menerapkan pertanian ramah lingkungan melalui pemanfaatan mikoriza, kompos organik, serta pengelolaan pertanian dan peternakan yang terintegrasi.

Baca juga: Kemana Triliunan Sisa Kuota Internet Hangus, IAW Desak Audit Operator

Peserta dan penyelenggara pelatihan pembuatan Mikoriza & Kompos di Desa Sendoyan bersama PLN UPT Pontianak dan Koperasi Srikandi Jaya Sambas. Foto: pln

Ketua Koperasi Srikandi Jaya Sambas, Juliansyah, mengatakan program ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kemandirian petani untuk mengisi Kemerdekaan RI, sekaligus mengembangkan kebun percontohan yang didukung PLN UIP3B Kalimantan melalui UPT Pontianak.

“Pelatihan ini kami harapkan dapat meningkatkan kemampuan petani dalam mengembangkan sistem pertanian terintegrasi sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat di momen Dirgahayu Indonesia ini,” ujarnya.

Mewakili PLN UPT Pontianak, Asisten Manager Keuangan dan Umum, Riyan Permana Putra, mengatakan Program TJSL menjadi wujud nyata PLN memaknai Dirgahayu Republik Indonesia dengan menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.

Baca juga: Perbedaan Perlakuan, Mantan Jampidus Febrie Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi 

“Melalui program ini, PLN mendorong penerapan pertanian yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung peningkatan produktivitas dan kemandirian ekonomi masyarakat, sejalan dengan cita-cita HUT ke-81 RI,” ujar Riyan.

General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, yang menegaskan bahwa pada momen Dirgahayu RI ini, keberhasilan Program TJSL diukur dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

“Dedikasi PLN tidak hanya diwujudkan melalui keandalan pasokan listrik, tetapi juga melalui kontribusi dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Program pemberdayaan seperti di Desa Sendoyan menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Riko.

Keberhasilan Koperasi Srikandi Jaya Sambas meraih Platinum Bina Mitra UMKM Award 2025 menjadi bukti bahwa program pemberdayaan yang dijalankan PLN mampu menghasilkan manfaat yang nyata dan berjangka panjang.

“Keberhasilan tersebut memotivasi PLN untuk terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada kemandirian ekonomi, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan yang berkelanjutan,” tutup Riko. (Kanalkalimantan.com/adv)

Reporter: adv
Editor: kk

Artikel PLN UPT Pontianak Gelar Pelatihan Pembuatan Mikoriza dan Kompos pertama kali tampil pada Kanal Kalimantan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Habis Terbakar, MTs Byna Taqwa Mantuil Numpang ke SD

Pemkab Kapuas Gelar Dialog Bersama Gubernur dan Wagub Kalteng

Ini Alasan KPU Tiadakan Kampanye di PSU Pilkada 2024