Krisis Air di Pesisir Kabupaten Banjar, Sumur Warga Beruntung Baru Asin


KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Ancaman kekeringan di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada pertengahan Juli 2026 telah memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah.
Berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim kemarau di Kalsel diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026.
Kondisi tersebut menyebabkan puluhan desa di Kabupaten Banjar mengalami ancaman krisis air bersih.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan pihaknya terus mendistribusikan bantuan air bersih ke desa-desa terdampak.
“Hingga pertengahan Juli ini, kami telah mendistribusikan sebanyak 430 ribu liter air bersih,” ujar Kalak BPBD Banjar Wasis, Jumat (17/7/2026).
Baca juga: Kekeringan Mulai Terasa di Cempaka, BPBD Banjarbaru Siapkan Tandon Kirim Air

Wasis mengatakan distribusi dilakukan menggunakan puluhan mobil tangki yang menyuplai air ke tandon-tandon yang telah ditempatkan di desa terdampak.
“Total sekitar 86 rit mobil tangki yang kami antarkan ke 82 tandon yang juga telah ditempatkan di desa-desa terdampak untuk keperluan warga,” ujarnya.
Wasis menjelaskan, kondisi tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Krisis air bersih dipicu oleh dua persoalan yang terjadi secara bersamaan, yakni kemarau yang menyebabkan kekeringan dan pencemaran Sungai Martapura.
Menurutnya, sebagian desa mengalami kesulitan air bersih akibat penurunan debit sumber air selama musim kemarau.
Baca juga: Ground Breaking Gedung Kantor Bank Kalsel Cabang Banjarbaru
Desa-desa di sepanjang aliran Sungai Martapura tidak dapat memanfaatkan air sungai karena kualitasnya menurun akibat pencemaran.
“Ada terdampak kemarau kekeringan, ada juga yang terdampak pencemaran sungai,” katanya.
Dampak pencemaran masih dirasakan masyarakat di wilayah Kecamatan Martapura Timur, Kecamatan Martapura Barat, dan Kecamatan Sungai Tabuk, karena selama ini bergantung Sungai Martapura sebagai sumber air.
Tak hanya kawasan bantaran Sungai Martapura, dampak kemarau mulai dirasakan warga yang bermukim di wilayah pesisir Kabupaten Banjar.
Baca juga: Bupati Banjar Lantik 4 Pejabat Baru, Ini Nama-namanya
Tercatat Kecamatan Beruntung Baru menjadi salah satu daerah potensi ancaman krisis air karena tidak hanya mengalami penurunan debit air, tetapi juga terdampak masuk air laut. Air sumur warga mulai mengering sementara yang masih tersisa pun mengalami peningkatan kadar garam. Jadinya tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Di Kecamatan Beruntung Baru sekarang mulai banyak permintaan bantuan air bersih. Sumur warga mulai kering, sementara air yang tersisa cenderung asin tidak layak digunakan,” jelas Wasis.
BPBD Banjar memastikan pendistribusian air bersih terus dilakukan selama masih ada permintaan dari pemerintah desa dan laporan masyarakat. Penyaluran dilakukan secara bergilir agar kebutuhan harian warga tetap terpenuhi selama musim kemarau.
“Kami akan terus menyalurkan air bersih bersama seluruh pihak terkait agar kebutuhan warga tetap terpenuhi,” tandas Wasis. (Kanalkalimantan.com/kk)
Reporter: kk
Editor: bie
Artikel Krisis Air di Pesisir Kabupaten Banjar, Sumur Warga Beruntung Baru Asin pertama kali tampil pada Kanal Kalimantan.
Komentar
Posting Komentar