Unjuk Rasa “Reformati Indonesia” di Banjarmasin, Mosi Tak Percaya Wakil Rakyat Kalsel

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar aksi demontrasi bertajuk “Reformati Indonesia” di gedung DPRD Kalsel, Senin (15/6/2026) siang.

Massa yang berjumlah sekitar 150 orang tiba di depan Rumah Banjar -sebutan gedung DPRD Kalsel- di Jalan Lambung, Banjarmasin, sekitar pukul 14.00 Wita.

Setibanya di sana, mahasiswa dari berbagai kampus di Kalsel berorasi menyuarakan keluh kesah mereka.

Baca juga: BGN Hentikan Sementara MBG, Audit SPPG di Daerah

Perdebatan yang terjadi antara mahasiswa dan Ketua DPRD Kalsel. Foto: fahmi

Unjuk rasa kali ini membawa 4 tuntutan, diantaranya:

  1. Menuntut pemerintah untuk segera memberhentikan realisasi program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih.
  2. Mendesak pemerintah pusat segera membatalkan kenaikan bbm dan kebutuhan pokok yang perekonomian rakyat mencekik.
  3. Menolak revisi UU Polri.
  4. Mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk memprioritaskan kesejahteraan pendidikan khususnya di wilayah terpencil.

Baca juga: Pemdes Palingkau Sejahtera Antar Langsung BLT DD ke Rumah Warga

Mahasiswa Kalsel turut membawa spanduk raksasa berisi rapor merah masa kepemimpinan Gubernur Kalsel H Muhidin dan Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman.

Satu jam berselang, Ketua DPRD Kalsel H Supian HK beserta jajaran keluar menemui massa pada pukul 15.00 Wita.

Ketua DPRD Kalsel H Suapian HK. Foto: fahmi

Mahasiswa melayangkan kartu kuning kepada DPRD Kalsel sebagai bentuk peringatan atas kinerja mereka yang tidak memuaskan rakyat.

Baca juga: Lewat Pokir Anggota DPRD Banjarbaru, 37 Ribu Bibit Ikan Dilepasliarkan

Koordinator Aksi Ahmad Munawir Sazali mengatakan, kartu kuning tersebut menjadi alarm peringatan atas kebobrokan yang dilakukan pemerintah baik di daerah maupun nasional.

“Kartu kuning itu adalah tanda peringatan bahwa negara atau daerah benar-benar menuju masa kehancuran,” ujar Ahmad.

Presiden Mahasiswa DEMA UIN Antasari itu memperingatkan, bukan tidak mungkin pemerintah mendapat kartu merah jika tidak ada perbaikan.

Meski hujan sempat mengguyur, parlemen jalanan tetap berjalan, prolog dilakukan seorang mahasiswa berpakaian putih dengan bercak merah dilengkapi pin bertuliskan “Kita Berhak Kritis”.

Baca juga: SE 2026 di Banjarbaru Dimulai, Ini Kata Wali Kota Lisa Halaby

Dia mengecam berbagai persoalan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), tambang ilegal, hingga kasus korupsi di negeri ini.

Dalam aksi unjuk rasa ini, mahasiswa kecewa karena tidak ada perwakilan anggota DPR RI Dapil Kalsel yang hadir.

Mahasiswa menegaskan bahwa mereka tidak akan memulai dialog kalau DPR RI tidak ada di lapangan.

Sementara dari DPRD Kalsel menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengirim surat ke DPR RI Dapil Kalsel untuk hadir dalam unjuk rasa, tapi tak ada yang datang karena mereka juga menghadapi demonstran di Jakarta.

Baca juga: Rombongan Besar Terakhir Jemaah Haji Kalteng Tiba di Tanah Air

Kemudian, mahasiswa menyatakan mosi tidak percaya kepada 11 orang Dapil Kalsel yang duduk di DPR RI dan turut mengajak DPRD Kalsel membersamai.

Perdebatan terjadi karena DPRD Kalsel hanya ingin menyatakan Mosi Tidak Percaya secara pribadi sementara mahasiswa ingin mereka mengatasnamakan lembaga.

Negosiasi berlangsung alot, hingga DPRD Kalsel memberikan solusi akan bersurat kepada 11 anggota DPR RI Dapil Kalsel agar datang menemui mahasiswa dan masyarakat Kalsel 3 hari ke depan, Kamis (18/6/2026) mendatang.

Setelah itu, Ketua DPRD Kalsel H Supian HK beserta jajaran pulang meninggalkan lokasi unjuk rasa.

Sementara dari pihak massa belum puas karena DPRD Kalsel tidak bisa menjamin kesebelas wakil rakyat di Senayan akan datang Kamis nanti.

 

Aksi Diam Mahasiswa 

Ketidakpuasan mahasiswa atas ketidakhadiran DPR RI Dapil Kalsel dalam aksi membuat mereka sepakat bertahan lebih lama di jalan sampai langit mulai gelap.

Massa kemudian melakukan “Aksi Diam” selama kurang lebih 5 menit di hadapan aparat kepolisian yang menghadang.

Baca juga: Bang Dhin Pimpin Perbasi Kalsel 2026-2030

Ketua BEM Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sultan Adam (STIHSA) Banjarmasin Rizki menyampaikan, Aksi Diam merupakan refleksi rakyat kecil yang dipaksa diam oleh kebijakan penguasa.

“DPR RI Dapil Kalimantan Selatan diam terhadap aspirasi kami,” tegas Rizki.

Usai melakukan “Aksi Diam”, massa menyanyikan lagu Buruh Tani dan Mars Mahasiswa Totalitas Perjuangan, serta mengikrarkan Sumpah Mahasiswa.

Demontrasi ditutup dengan pernyataan sikap mahasiswa untuk kembali turun ke jalan pada Kamis (17/6/2026) mendatang untuk menyampaikan tuntutan kepada DPRD Kalsel dan DPR RI Dapil Kalsel.

Mahasiswa kemudian merapatkan barisan untuk pulang ke rumah masing-masing, pada pukul 19.00 Wita.

 

Janji DPRD Kalsel Datangkan DPR RI Dapil Kalsel

Sesuai keinginan mahasiswa, Ketua DPRD Kalsel H Supian HK menyebut akan mengundang 11 anggota DPR RI Dapil Kalsel untuk muncul di hadapan massa dalam kurun waktu 3 hari mendatang.

“Untuk legal formalnya kita akan mengundang sebelas orang yang mewakili Kalimantan Selatan di DPR RI,” tuturnya.

Kendati demikian, politisi Fraksi Golkar itu tidak bisa berjanji bahwa kesebelas orang anggota dewan itu akan datang semua karena itu tergantung kesadaran masing-masing.

Baca juga: PeSOda Kalsel 2026 Digelar, 150 Atlet SOIna Berebut Tiket PeSONas Kupang

H Supian HK mendukung keinginan mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi ke DPR RI Dapil Kalsel secara langsung, mengingat tuntutannya kebanyakan isu nasional.

“Tuntutannya ini adalah ranahnya pusat semua, karena program nasional,” terangnya.

Sementara Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel H Jahrian menjamin kedatangan dua orang DPR RI Dapil Kalsel yang berasal dari fraksi yang sama dengan dirinya yakni Nasdem.

Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel H Jahrian. Foto: fahmi

Baca juga: Disdukcapil Kapuas Terima Sertifikat Hak Paten Simpel WA dari Kanwil Kemenkum Kalteng

“Saya akan datang sendiri ke Jakarta untuk memohon kepada beliau berdua itu agar datang ke Kalsel,” tuturnya.

Dia berharap, kehadiran DPR RI Dapil Kalsel di Banua bisa menjelaskan apa yang menjadi keresahan mahasiswa, terutama berkaitan isu nasional.

“Bukan mahasiswa saja, ini menyangkut semua warga negara Indonesia. Kita akan menjembatani mereka namun harus sesuai peraturan perundangan-undangan,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/fahmi)

Reporter: fahmi
Editor: bie

Artikel Unjuk Rasa “Reformati Indonesia” di Banjarmasin, Mosi Tak Percaya Wakil Rakyat Kalsel pertama kali tampil pada Kanal Kalimantan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemdes Manusup Gelar Musyawarah Desa Susun RKPDes 2026

Habis Terbakar, MTs Byna Taqwa Mantuil Numpang ke SD

Ini Alasan KPU Tiadakan Kampanye di PSU Pilkada 2024