Kucuran Dana Seret, Operasional Dapur MBG di Banjarbaru Terhambat


KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Keterlambatan pencairan dana pusat dari Badan Gizi Nasional (BGN) menghambat kegiatan operasional di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Banjarbaru.
Seperti dialami dapur MBG atau SPPG Syamsudin Noor yang berhenti beroperasi sementara selama dua hari pada Senin (8/6/2026) dan Selasa (9/6/2026), karena dana pusat belum masuk.
Kepala SPPG Syamsudin Noor M Erlangga Pragana mengatakan, dana pusat dijanjikan masuk pada Jumat (5/6/2026) lalu, tapi ada keterlambatan sehingga dana baru diterima pada Senin (8/6/2026) sore.
“Memang hari Selasa itu tidak distribusi, karena masuknya sore. Sementara pemesanan bahan baku segala macam itu kan terlalu dadakan,” ujarnya.
Baca juga: Dispersip Banjar Umumkan Daftar Juara Lomba Video Konten Literasi 2026
Dia menambahkan, kendala ini sudah dibuat dalam laporan khusus ke Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kalimantan Selatan.

Kepala SPPG Syamsudin Noor M Erlangga Pragana. Foto: fahmi
SPPG yang ada di Jalan Sempati Perumnas Asabri, Kecamatan Landasan Ulin Banjarbaru ini baru kembali beroperasi menyalurkan Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah dan Posyandu, pada Rabu (10/6/2026).
Bukan kali ini saja, Erlangga mengaku keterlambatan pencairan dana ini juga pernah terjadi sebelumnya yang sangat memberatkan operasional SPPG.
Baca juga: Habib Idrus Resmikan Jembatan Kunti dan Pasar Arba di Telaga Bauntung
Pada dasarnya, uang dari pemerintah pusat sangat diperlukan untuk membeli bahan pokok untuk kebutuhan dapur SPPG. Jika tidak cair, maka dapur tidak akan berjalan-kecuali masih ada uang sisa.

“Kemarin itu memang sempat se Banjarbaru, rata-rata belum masuk dana. Cuman memang ada yang jalan, karena masih ada sisa dana,” ungkap Erlangga.
Sekadar informasi, penerima manfaat dari SPPG Syamsudin Noor berjumlah 2.747 orang, terdiri dari 14 sekolah dan 8 Posyandu.
Baca juga: Bupati Kapuas Terima Kunjungan Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi
Salah satu sekolah yang menjadi penerima manfaat SPPG adalah SDN 4 Syamsudin Noor.
Sekolah yang beralamat di Jalan Simpati, Landasan Ulin Tengah Banjarbaru ini baru kembali mendapatkan MBG pada Rabu (10/6/2026), setelah absen dua hari.
Salah satu guru SDN 4 Syamsudin Noor Suroto menyebut siswa tidak mendapat MBG di hari Senin dan Selasa. Sebelumnya pada hari Jumat, pihaknya sudah diberi kabar kalau ada kendala di SPPG.

Guru SDN 4 Syamsudin Noor Suroto. Foto: fahmi
Baca juga: Wali Kota Lisa Halaby: Pola Hidup Sehat Jadikan Gaya Hidup Sehari-hari
“Sebelum hari Senin kami sudah memberitahu orangtua murid kalau Senin dan Selasa tidak ada MBG,” tutur Suroto.
Guru kelas 6 itu melanjutkan, ada 308 siswa yang menjadi penerima manfaat di sekolahnya. Namun, karena kelas 6 sudah tidak masuk jadi tersisa 252 siswa.
“Kalau soal selera kan siswa beda-beda, pas lagi cocok menunya bersih, tapi kalau enggak cocok ya dimakan, tapi enggak kaya biasanya,” tandas Suroto.
Gofar dan Aksan, dua siswa SDN 4 Syamsudin Noor mengaku senang jika ada MBG. Makanan kesukaan mereka adalah Chicken Katsu. “Hari ini makanannya kentaki, enak ada jamur kupingnya,” katanya. (Kanalkalimantan.com/fahmi)
Reporter: fahmi
Editor: bie
Artikel Kucuran Dana Seret, Operasional Dapur MBG di Banjarbaru Terhambat pertama kali tampil pada Kanal Kalimantan.
Komentar
Posting Komentar